febiharyadi

16 January 2009

Perang Agama atau Bukan?

Filed under: Islam, Palestina — Febi @ 3:26 pm

Di suatu sore yang telah berlalu, saya diajak berdiskusi oleh salah satu teman saya. Kami berdiskusi panjang lebar masalah agresi israel ini. Banyak sekali pertanyaan dan pola pikir yang menarik yang sebenarnya saya ingin bagi dengan teman-teman semua. Tapi, saya akan mulai dengan yang ini saja. Apakah ini perang agama atau bukan? Bukankah ini suatu perang kemanusiaan? Bukan perang agama (?).

Kalau saya ditanya apakah ini perang agama atau bukan? Maka saya jawab ya. Eit.. tapi jangan pendek berfikir dulu. Kalau ditanya ini masalah kemanusiaan atau bukan, maka saya akan menjawab ya juga, ini masalah kemanusiaan. Karena jelas-jelas agresi yang dilakukan israel sudah menghinadinakan prinsip-prinsip kemanusiaan.

Ternyata, ada orang-orang yang tidak setuju atau bahkan miris kalau ini dikatakan perang agama. Apa pola pikir mereka? [kalo untuk yang ini, lebih baik kalian tanya saja langsung sama orang yang berpikiran demikian ya... aku gak tau.. dan gak ambil pusing untuk pertanyaan yang satu ini].

Ada juga jawaban yang sangat menarik dari pertanyaan apakah ini perang agama atau bukan? Ini jawaban dari teman saya sebenarnya. Katanya, “Ini perang 2 negara agama”. Ya, negara yang masing-masing berlandaskan atas suatu agama. Israel di Yahudi, dan Palestina di Islam.

Oh ya.. di awal aku seanggapan bahwa ini pun masuk ke perang agama. Kenapa? Karena bagi saya, seorang muslim. Di saat saudara lain seakidah ditindas dan bahkan diperangi, maka wajib bagi kita menolong mereka (tentunya dengan kadar yang baik). Ini sudah FINAL bagi saya. Bila ada seorang muslim dia membela saudaranya di sana tidak karena akidahnya.. maka menurut saya ini sangat disayangkan sekali. Bagi saya, seorang Dokter yang muslim di saat menolong ke Palestina dengan tujuan Jihad, lalu dia tewas [diserang] di saat menolong korban, maka insya4WI title syahid akan didapatkannya. Tapi bila motivasinya hanya dari sisi kemanusiaan saja, maka itu sangat disayangkan.

Itu pendapat saya. Sebenarnya ingin dijelaskan lebih panjang lagi. Hanya saja sayang, waktunya sudah semakin sore. Saya harus pergi dulu. Insya4WI nanti diteruskan lagi [mungkin juga diteruskan lewat post yang lain, he he he]. Kalau ada yang berbeda pendapat silakan saja. Saya pribadi sih gak terlalu mengambil pusing apalagi berlama-lama memperdebatkan pertanyaan ini. Yang penting adalah aktualisasi dari itu semua. Yaitu bantuan konkret [termasuk berdo'a tentunya]

1 July 2008

Terima Kasih ‘Cinta’

Filed under: Islam — Febi @ 2:31 pm

Abu Ad-Darda RadhiyAllahu Anhu berkata “Jika seseorang bermaksiat kepada Allah ketika sendirian, Allah membuatnya dibenci manusia, tanpa ia sadari.” Ibnu Al-Qayyim Rahimahullah meringkas efek-efek maksiat di dalam kitabnya, Al-Fawaid, dengan indah. Beliau berkata, “Di antara efek maksiat adalah pelakunya tidak banyak mendapat petunjuk, pikirannya kacau, ia tidak melihat kebenaran dengan jelas, hatinya rusak, daya ingatnya lemah, waktunya hilang sia-sia, dibenci manusia, hubungannya dengan Allah renggang, do’anya tidak dikabulkan, hatinya keras, keberkahan rizki dan umurnya musnah, diharamkan mendapatkan ilmu, hina, dihinakan musuh, dadanya sesak, diuji dengan teman-teman jahat yang merusak hati dan menyia-nyiakan waktu, cemas berkepanjangan, sumber rezekinya seret, dan hatinya terguncang. Maksiat dan lalai membuat orang tidak bisa berdzikir kepada Allah, sebagaimana tanaman tumbuh karena air dan kebakaran terjadi karena api.” Oleh karena itu, wahai saudaraku, para aktivis da’wah, jauhilah dosa dan maksiat yang disepelekan. Jika kita sering melakukan dosa dan kemaksiatan segera bertaubat kepada Allah dan perbanyaklah beristighfar.

Ah, ya 4WI, enak betul kalo aku baca tulisan di atas. Terimakasih ya 4WI kau berikan aku kesempatan itu.
Kalo lagu Afgan: Terima kasih Cinta, untuk segalanya.. Kau Berikan lagi, kesempatan itu…

Ah cinta ini membunuhku dengan nikmat…

15 April 2008

AMANAH

Filed under: Islam — Febi @ 8:19 pm

Definisi Amanah yang saya dapat adalah: perilaku tetap, yang dengan perilaku itu dia menjaga dari yang bukan haknya. Dia tidak mengambil yang bukan haknya, walaupun ada kesempatan dan tidak ada orang yang mengetahui. Dia tetap melaksanakan kewajibannya walaupun dia memiliki kesempatan untuk tidak melakukannya. Dan dia tidak merugikan dirinya sendiri, tentunya juga orang lain.

Dari definisi tersebut ada 4 poin penting. Tau kan poinnya? Saya yakin kalian tau [baca sendiri yah.. males nulis kepanjangan, he he]. Nah sekarang coba kita perhatikan salah satu contoh. Soal provider telekomunikasi (khususnya GSM dan CDMA), misalnya. Dari segi iklannya saja atau promosinya. Mana yang amanah?

Terus, mari kita berinstropeksi kepada diri sendiri. Apakah kita amanah? Suatu saat kita akan ditanya dan dimintai pertanggungjawaban akan hal ini.

19 March 2008

Palestina… Aku Untukmu…

Filed under: Curhat, Islam — Febi @ 4:02 pm

Muhammad Syihab wakil MPR dari parlemen HAMAS mencium anaknya yang masih muda yang bernama Abdurrahman, yang telah mendapatkan syahidnya pada hari itu dan dengan penuh ketegaran beliau berkata kepada para wartawan : “Kita telah berpindah dari marhalah sabar kepada ridla… Anak-anak kita telah mendapatkan apa yang mereka cita-citakan…Demi Allah, kami sebagai orang tua mereka, juga menginginkan syahadah sebelum mereka.. kami iri dengan mereka yang telah mendahului kami mendapatkan surga firdaus yang tinggi tingkatannya

Subhanalloh… tulisan di atas adalah penutup dari suatu tulisan yang aku cuil di http://www.al-ikhwan.net/index.php/akhbar-ikhwan/2008/apa-makna-kata-syahid-jawabannya-ada-di-gaza/

Lihatlah betapa mereka berjuang, sedangkan saya ini..
Belajar aja kadang-kadang ogah-ogahan..
Bahkan mereka kebanyakan sudah ridla dengan apa yang didapatkan..
Di sini mungkin saya masih banyak mengeluh…
Azzam ini harus mantap…
Semangat ini harus ada…
Ya 4WI berilah aku kekuatan, kemudahan…
Tunjukkanlah aku jalannya…

5 March 2008

Ajalku… Hawari

Filed under: Islam — Febi @ 8:38 am

Lirik Nasyid

Bila telah tiba masanya…
Aku kan meninggalkan dunia…
Tubuhku.. terbaring kedinginan…
Menggigil.. hadapi ajalku…
Berpisah.. ruh dari jasadku…
Sakitnya.. tiada terhingga…
Saatnya.. ajal menjelma…
Akhir segala.. hidupku di dunia…

Usiaku.. semakin senja…
Usiaku.. semakin tua…
Ajalku semakin dekat…
Malaikat maut.. kan menjemput…

Berselimut.. kain kafan…
Jasadku terbaring kaku…
Tiada ada yang menolong…
Selain Engkau.. Oh ya Tuhanku…

Terlalu banyak berdosa…
Dalam sadar atau tidak…
Ku durhaka.. kepada-Mu…
Wahai Tuhanku.. ampunkan daku…

27 February 2008

Permudah… Jangan Dipersulit

Filed under: Islam — Febi @ 1:21 pm

permudah… jangan dipersulit…
itulah salah satu prinsip yang bisa kita ambil dalam matematika..
sampai sekarang saya meyakini bahwa matematika yang ada saat ini berkembang dari sesuatu yang sederhana…

oleh karena itu dalam menyelesaikan permasalah yang ada.. (apalagi dalam matematika) selalu gunakan prinsip ini.. permudah jangan dipersulit.. tapi..
nah ada tapinya..

prinsip ini bukan berarti membolehkan kita untuk bertindak ceroboh…
ini sesuai dengan apa yang diajarkan rasulullah : permudah, jangan dipersulit! Tapi bukan berarti kita boleh ceroboh.

begitupun dalam hidup.., sering kita mendapati bahwa ternyata masalah-masalah yang ada di rumah tangga biasanya berawal dari masalah yang sepele, dan masalah itu dipersulit.. padahal bisa dipermudah..

jadi intinya : jangan mau mempersulit diri… permudah saja.. tapi bukan berarti boleh ceroboh…

Blog at WordPress.com.