Langsung saja. We will not go down video clipnya. Ya ini kayaknya bukan vidclip yang resmi. Tapi kalo mau liat silakan saja. Oh ya, isinya foto-foto.
link: ini
gede filenya: 35 mb
Langsung saja. We will not go down video clipnya. Ya ini kayaknya bukan vidclip yang resmi. Tapi kalo mau liat silakan saja. Oh ya, isinya foto-foto.
link: ini
gede filenya: 35 mb
“Rahmat” yang dalam bahasa Indonesia diartikan kasih sayang, adalah salah satu sifat mutlak Allah S.W.T. Hal ini diperkuat oleh “pengakuan” Allah sendiri dalam ayat Al-Quran yang berbunyi, “Dia(Allah S.W.T) telah menetapkan atas Diri-Nya kasih sayang (Q.S Al An’am : 12), “dan rahmat-Ku meliputi segala sesuatu” (Q.S Al A’raf : 156)
Berangkat dari keyakinan bahwa Allah adalah “Ar-Rahman” (Sang Maha memberi kasih sayang), maka segala yang Ia lakukan kepada makhluknya tentunya sarat dengan kasih sayang-Nya. Manusia, selalu beranggapan telah mendapat rahmat Allah apabila ia dilimpahkan kenikmatan, tetapi jarang manusia yang mengaku mendapat rahmat Allah ketika ia ditimpa musibah. Padahal telah jelas dalam ayat yang disebutkan diatas bahwa rahmat Allah meliputi segala sesuatu.
Kekejaman Zionis Israel terhadap rakyat Palestina telah meninggalkan luka mendalam, tidak kurang dari 1300 orang syahid dalam rentan waktu hanya 3 minggu. Angka 1300 bukanlah angka syahidnya para syuhada pejuang HAMAS saja, tapi termasuk didalamnya anak-anak kecil yang sama sekali tidak mengerti apa-apa tentang perang. Gaza tidak ubahnya seperti penjara manusia terbesar, dimana orang-orang yang berada didalamnya tidak mendapatkan apa-apa selain roket, tank dan senapan. Rentetan kejadian selam kurang lebih 3 minggu itu mengundang pertanyaan, mana bukti Rahmat Allah kepada makhlukNya?
Kalau kita mau melihat lebih mendalam, setidaknya ada dua hal yang merupakan bentuk Rahmat Allah di Gaza. Pertama, syahidnya para bocah Palestina. Ini adalah bentuk Rahmat Allah S.W.T. Bagaimana? Bukankah Allah mengambil mereka sebelum mereka bisa berbuat dosa, adalah bukti bahwa Allah menyayangi mereka? Sesungguhnya para syuhada kecil yang telah mendahului kita pada saat ini telah tersenyum, merekalah yang disebutkan Allah dalam Al-Quran sebagai wildânun mukholladûn, “Dan mereka dikelilingi oleh pelayan-pelayan muda yang tetap muda. Apabila kamu melihat mereka, kamu akan mengira mereka, mutiara yang bertaburan.” (Q.S Al-Insan : 19)
Kedua, teguran Allah kepada para pemimpin Bangsa Arab khususnya dan Umat Islam pada umumnya. Salah satu bentuk kasih sayang orang tua kepada anaknya adalah menegur bahkan menghukum anaknya ketika anaknya melakukan kesalahan. Apa yang terjadi di Palestina tidak ubahnya teguran kepada para pemimpin Bangsa Arab agar tidak hanya mementingkan kemakmuran bangsanya sendiri tanpa memerhatikan bangsa Arab lainnya yang sedang dalam keadaan perang. Apa yang terjadi di Gaza juga merupakan teguran bagi umat Islam pada umumnya agar mereka tidak hanya menjadi umat yang besar secara kuantitatif, tapi juga harus besar secara kualitatif. Hal ini adalah bentuk kasih sayang Allah ketika melihat umat-Nya “membandel”.
Percayalah, bahwa didalam segala sesuatu, tersimpan rahmat Allah. Wallahua’lam bisshowab-
[salinan dari eramuslim]
Ya. Tidak cukup genjatan senjata. Israel itu harus diadili di mahkamah internasional atas kejahatan perangnya. Kalau Saddam Husein saja didakwa telah melakukan pembunuhan terhadap kurang dari 200 orang (sekitar 160-190 an orang) dihukum gantung, lalu apa yang pantas bagi Israel yang telah melakukan pembunuhan massal-membabi buta.
Tidak kurang 70% dari 1200 lebih korban yang meninggal adalah anak-anak dan wanita. Anak-anak yang mati tidak jarang ditembak mati di bagian vital; di jantung, kepala, dada, dan tempat lainnya. Begitupun dengan wanita. Penggunaan senjata terlarang pun harusnya mendapatkan fokus tersendiri. Penggunaan fosfor putih dan senjata lainnya harus dibayar tersendiri.
Berapa milyar dollar amerika yang digelunturkan oleh negara-negara Arab dan non Arab tidak bisa membayar apa yang terjadi di sana. Bahkan uang milyaran dollar itupun tidak bisa disebandingkan dengan matinya satu anak palestina, atau bahkan cacatnya satu anak palestina.
Kesediaan Israel dan Amerika untuk memberikan bantuan rehabilitasi terhadap Gaza tidak bisa dijadikan nilai tawar yang pantas. Dipenggal pun saya rasa kurang pantas. Kalau perlu dicincang, dikencingi, dll, maka itu harus dilakukan [waduh.. berlebihan..]
Bagi saya banyak yang harus diseret dan diadili. Selain presiden Israel, juga mentri luar negerinya, kepala militer, dan mungkin pihak lain yang ikut ambil bagian dalam tragedi ini.
Bila nanti ternyata tidak ada proses penyeretan atau pengadilan seperti apa yang sudah saya sebutkan sebelumnya, maka sebenarnya itu akan menjadi preseden buruk yang amat luar biasa buruknya bagi perikehidupan kita. Bila seperti itu, dipertanyakan kembali tentang keberadaan PBB sebagai badan tertinggi bangsa-bangsa.
Apa perlu kita definisikan kembali demokrasi yang sebenarnya? Atau mungkin kita perlu mendefinisikan lagi apa itu keadilan?
[kutipan dari Alphalpha -rileks.comlabs.itb.ac.id- "lagi agak males nulis. Heu heu"]
Banyak cara untuk men-support perjuangan rakyat Palestina di Gaza, salah satunya dengan lagu. Seorang penyanyi di Los Angeles Amerika Serikat – Michael Heart, membuat sebuah lagu khusus yang dia tujukan untuk rakyat Gaza yang sampai saat ini masih jadi sasaran pembantaian oleh Zionis Israel.
Sejak dia merilis lagu yang berjudul “We will not go down” (Song for Gaza) , lagu tersebut mendapat banyak respon, berupa komentar dukungan, sampai ia sendiri kewalahan menjawab dan membalas berbagai email yang masuk.
Walaupun lagu itu baru di rilis, namun telah ratusan ribu orang melihatnya di youtube dan mendownload MP3 nya.
Lirik lagu “We will not go down” sendiri sangat menyentuh.
Salah satu bait lirik dari “We will not go down”
Women and children alike
Murdered and massacred night after night
While the so-called leaders of countries afar
Debated on who’s wrong or right
Michael Heart menggambarkan kondisi rakyat Gaza akan gempuran Zionis Israel dalam lagunya itu membuat kita merasa tersindir dan sedih akan nasib rakyat Gaza.
Awalnya dia berencana dengan menjual CD lagu MP3 nya itu dan hasil penjualannya akan dia donasikan untuk kepentingan amal kemanusiaan untuk penduduk Gaza, tapi karena dia merasa sulit kalau harus sendiri mendonasikan hasil penjualan CD MP3 nya , akhirnya dia memutuskan semua orang bisa mendownload gratis lagu tersebut. Dan dia berharap, setelah mendengarkan lagu itu, orang-orang akan tergerak hatinya untuk membantu rakyat Palestina di Gaza dengan mendonasikan uangnya ke lembaga-lembaga kemanusiaan yang ada atau organisasi yang didedikasikan untuk meringankan penderitaan rakyat Palestina.
Sebagai musisi Michael Heart sangat berterima kasih atas dukungan yang diberikan kepada dia atas lagu tersebut. Dan dia berharap setiap orang yang masih mempunyai hati nurani, mendukung perjuangan rakyat Palestina dan membantu mereka walau hanya dengan berupa doa.
link buat donlot mp3nya: ini
lirik:
A blinding flash of white light
Lit up the sky over Gaza tonight
People running for cover
Not knowing whether they’re dead or alive
They came with their tanks and their planes
With ravaging fiery flames
And nothing remains
Just a voice rising up in the smoky haze
We will not go down
In the night, without a fight
You can burn up our mosques and our homes and our schools
But our spirit will never die
We will not go down
In Gaza tonight
Women and children alike
Murdered and massacred night after night
While the so-called leaders of countries afar
Debated on who’s wrong or right
But their powerless words were in vain
And the bombs fell down like acid rain
But through the tears and the blood and the pain
You can still hear that voice through the smoky haze
We will not go down
In the night, without a fight
You can burn up our mosques and our homes and our schools
But our spirit will never die
We will not go down
In Gaza tonigh
[yang mau donlot mp3nya sudah saya beri linknya di atas. Baca yang baik ya ^_^]
Saya memberikan apresiasi luar biasa untuk TV One. Terima kasih untuk TV One yang sudah memberikan tayangan bermutu dalam hal laporan Agresi Israel ke Gaza.
Bila saya Presiden, saya akan memberikan penghargaan kenegaraan. Namun sayang, saya belum menjadi Presiden. Jadi baru bisa memberikan terima kasih lewat blog saya yang “miskin” ini.
Maaf ya… Tapi semoga tidak mengurangi rasa apresiasi ini. Terima kasih TV One.
[Yang lain kok gak keliatan ya..? M***O TV gak begitu gencar]
Di suatu sore yang telah berlalu, saya diajak berdiskusi oleh salah satu teman saya. Kami berdiskusi panjang lebar masalah agresi israel ini. Banyak sekali pertanyaan dan pola pikir yang menarik yang sebenarnya saya ingin bagi dengan teman-teman semua. Tapi, saya akan mulai dengan yang ini saja. Apakah ini perang agama atau bukan? Bukankah ini suatu perang kemanusiaan? Bukan perang agama (?).
Kalau saya ditanya apakah ini perang agama atau bukan? Maka saya jawab ya. Eit.. tapi jangan pendek berfikir dulu. Kalau ditanya ini masalah kemanusiaan atau bukan, maka saya akan menjawab ya juga, ini masalah kemanusiaan. Karena jelas-jelas agresi yang dilakukan israel sudah menghinadinakan prinsip-prinsip kemanusiaan.
Ternyata, ada orang-orang yang tidak setuju atau bahkan miris kalau ini dikatakan perang agama. Apa pola pikir mereka? [kalo untuk yang ini, lebih baik kalian tanya saja langsung sama orang yang berpikiran demikian ya... aku gak tau.. dan gak ambil pusing untuk pertanyaan yang satu ini].
Ada juga jawaban yang sangat menarik dari pertanyaan apakah ini perang agama atau bukan? Ini jawaban dari teman saya sebenarnya. Katanya, “Ini perang 2 negara agama”. Ya, negara yang masing-masing berlandaskan atas suatu agama. Israel di Yahudi, dan Palestina di Islam.
Oh ya.. di awal aku seanggapan bahwa ini pun masuk ke perang agama. Kenapa? Karena bagi saya, seorang muslim. Di saat saudara lain seakidah ditindas dan bahkan diperangi, maka wajib bagi kita menolong mereka (tentunya dengan kadar yang baik). Ini sudah FINAL bagi saya. Bila ada seorang muslim dia membela saudaranya di sana tidak karena akidahnya.. maka menurut saya ini sangat disayangkan sekali. Bagi saya, seorang Dokter yang muslim di saat menolong ke Palestina dengan tujuan Jihad, lalu dia tewas [diserang] di saat menolong korban, maka insya4WI title syahid akan didapatkannya. Tapi bila motivasinya hanya dari sisi kemanusiaan saja, maka itu sangat disayangkan.
Itu pendapat saya. Sebenarnya ingin dijelaskan lebih panjang lagi. Hanya saja sayang, waktunya sudah semakin sore. Saya harus pergi dulu. Insya4WI nanti diteruskan lagi [mungkin juga diteruskan lewat post yang lain, he he he]. Kalau ada yang berbeda pendapat silakan saja. Saya pribadi sih gak terlalu mengambil pusing apalagi berlama-lama memperdebatkan pertanyaan ini. Yang penting adalah aktualisasi dari itu semua. Yaitu bantuan konkret [termasuk berdo'a tentunya]
Akhirnya… bisa kembali menulis. Astagfirullah… Setelah sekian lama ingin mencurahkan semua isi kepala tentang Palestina, akhirnya baru mulai sekarang. Semoga bisa konsisten.
Teman-teman semua, Anda tahu bahwa di Palestina sana, yang banyak menjadi korban dari kebiadaban israel adalah anak-anak. Coba perhatikan!! Mereka yang syahid dengan cara ditembak, pelurunya bersarang di mana? Kebanyakan bersarang di tempat-tempat yang vital, seperti di kepala atau bagian dada. Lebih dari 500 anak-anak telah syahid dalam agresi israel kali ini. Ada yang tau kenapa israel begitu benci (atau mungkin takut) dengan anak-anak itu? Mungkin jawabannya sama dengan yang dikatakan di sini (mengapa yahudi mengincar bocah-bocah Palestina). Dikatakan di sana:
“Sebulan lalu, sesuai Ramadhan 1429 Hijriah, Khaled Misyal, pemimpin Hamas, melantik sekitar 3500 anak-anak Palestina yang sudah hafidz Alquran. Anak-anak yang sudah hafal 30 juz Alquran ini menjadi sumber ketakutan Zionis Yahudi. “Jika dalam usia semuda itu mereka sudah menguasai Alquran, bayangkan 20 tahun lagi mereka akan jadi seperti apa?” demikian pemikiran yang berkembang di pikiran orang-orang Yahudi.
Tidak heran jika-anak Palestina menjadi para penghafal Alquran. Kondisi Gaza yang diblokade dari segala arah oleh Israel menjadikan mereka terus intens berinteraksi dengan Alquran. Tak ada main video-game atau mainan-mainan bagi mereka. Namun kondisi itu memacu mereka untuk menjadi para penghafal yang masih begitu belia. Kini, karena ketakutan sang penjajah, sekitar 500 bocah penghafal Quran itu telah syahid. (sa)”
Subhanallah.. 3500 anak hafidz Qur’an. Saya berfikir [semoga ini tidak terjadi], seandainya di Indonesia kejadiannya kurang lebih sama dengan di Palestina, tidak ada PS, game-online, tidak ada mall, tidak ngerti apa itu dugem, TVnya jarang, dll, – apakah tercapai juga angka 3500 anak yang hafal Al-Qur’an?
Ya Alloh… berikan tempat terbaik bagi para mujahid cilik itu ya Rabb…
Berikan pelajaran pada israel biadab itu.. Luluh-lantakkan.. hancurkan.. Amin..
[sedih... pernah ada yang nonton film "Turtle Can Fly"??]