Terima Kasih ‘Cinta’

Posted: 1 July 2008 in Islam

Abu Ad-Darda RadhiyAllahu Anhu berkata “Jika seseorang bermaksiat kepada Allah ketika sendirian, Allah membuatnya dibenci manusia, tanpa ia sadari.” Ibnu Al-Qayyim Rahimahullah meringkas efek-efek maksiat di dalam kitabnya, Al-Fawaid, dengan indah. Beliau berkata, “Di antara efek maksiat adalah pelakunya tidak banyak mendapat petunjuk, pikirannya kacau, ia tidak melihat kebenaran dengan jelas, hatinya rusak, daya ingatnya lemah, waktunya hilang sia-sia, dibenci manusia, hubungannya dengan Allah renggang, do’anya tidak dikabulkan, hatinya keras, keberkahan rizki dan umurnya musnah, diharamkan mendapatkan ilmu, hina, dihinakan musuh, dadanya sesak, diuji dengan teman-teman jahat yang merusak hati dan menyia-nyiakan waktu, cemas berkepanjangan, sumber rezekinya seret, dan hatinya terguncang. Maksiat dan lalai membuat orang tidak bisa berdzikir kepada Allah, sebagaimana tanaman tumbuh karena air dan kebakaran terjadi karena api.” Oleh karena itu, wahai saudaraku, para aktivis da’wah, jauhilah dosa dan maksiat yang disepelekan. Jika kita sering melakukan dosa dan kemaksiatan segera bertaubat kepada Allah dan perbanyaklah beristighfar.

Ah, ya 4WI, enak betul kalo aku baca tulisan di atas. Terimakasih ya 4WI kau berikan aku kesempatan itu.
Kalo lagu Afgan: Terima kasih Cinta, untuk segalanya.. Kau Berikan lagi, kesempatan itu…

Ah cinta ini membunuhku dengan nikmat…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s