Memandang Rahmat Allah di Gaza

Posted: 28 January 2009 in Palestina

“Rahmat” yang dalam bahasa Indonesia diartikan kasih sayang, adalah salah satu sifat mutlak Allah S.W.T. Hal ini diperkuat oleh “pengakuan” Allah sendiri dalam ayat Al-Quran yang berbunyi, “Dia(Allah S.W.T) telah menetapkan atas Diri-Nya kasih sayang (Q.S Al An’am : 12), “dan rahmat-Ku meliputi segala sesuatu” (Q.S Al A’raf : 156)

Berangkat dari keyakinan bahwa Allah adalah “Ar-Rahman” (Sang Maha memberi kasih sayang), maka segala yang Ia lakukan kepada makhluknya tentunya sarat dengan kasih sayang-Nya. Manusia, selalu beranggapan telah mendapat rahmat Allah apabila ia dilimpahkan kenikmatan, tetapi jarang manusia yang mengaku mendapat rahmat Allah ketika ia ditimpa musibah. Padahal telah jelas dalam ayat yang disebutkan diatas bahwa rahmat Allah meliputi segala sesuatu.

Kekejaman Zionis Israel terhadap rakyat Palestina telah meninggalkan luka mendalam, tidak kurang dari 1300 orang syahid dalam rentan waktu hanya 3 minggu. Angka 1300 bukanlah angka syahidnya para syuhada pejuang HAMAS saja, tapi termasuk didalamnya anak-anak kecil yang sama sekali tidak mengerti apa-apa tentang perang. Gaza tidak ubahnya seperti penjara manusia terbesar, dimana orang-orang yang berada didalamnya tidak mendapatkan apa-apa selain roket, tank dan senapan. Rentetan kejadian selam kurang lebih 3 minggu itu mengundang pertanyaan, mana bukti Rahmat Allah kepada makhlukNya?

Kalau kita mau melihat lebih mendalam, setidaknya ada dua hal yang merupakan bentuk Rahmat Allah di Gaza. Pertama, syahidnya para bocah Palestina. Ini adalah bentuk Rahmat Allah S.W.T. Bagaimana? Bukankah Allah mengambil mereka sebelum mereka bisa berbuat dosa, adalah bukti bahwa Allah menyayangi mereka? Sesungguhnya para syuhada kecil yang telah mendahului kita pada saat ini telah tersenyum, merekalah yang disebutkan Allah dalam Al-Quran sebagai wildânun mukholladûn, “Dan mereka dikelilingi oleh pelayan-pelayan muda yang tetap muda. Apabila kamu melihat mereka, kamu akan mengira mereka, mutiara yang bertaburan.” (Q.S Al-Insan : 19)

Kedua, teguran Allah kepada para pemimpin Bangsa Arab khususnya dan Umat Islam pada umumnya. Salah satu bentuk kasih sayang orang tua kepada anaknya adalah menegur bahkan menghukum anaknya ketika anaknya melakukan kesalahan. Apa yang terjadi di Palestina tidak ubahnya teguran kepada para pemimpin Bangsa Arab agar tidak hanya mementingkan kemakmuran bangsanya sendiri tanpa memerhatikan bangsa Arab lainnya yang sedang dalam keadaan perang. Apa yang terjadi di Gaza juga merupakan teguran bagi umat Islam pada umumnya agar mereka tidak hanya menjadi umat yang besar secara kuantitatif, tapi juga harus besar secara kualitatif. Hal ini adalah bentuk kasih sayang Allah ketika melihat umat-Nya “membandel”.

Percayalah, bahwa didalam segala sesuatu, tersimpan rahmat Allah. Wallahua’lam bisshowab-
[salinan dari eramuslim]

Comments
  1. Febi says:

    Waduh.. maaf ya.. saya menyalin.. Sengaja, karena saya rasa tulisan ini sungguh begitu memberi pencerahan pada saya. Oleh karena itu, saya ingin tulisan ini ada juga di blog saya ini tanpa diedit. Semoga memberi pencerahan kepada yang lainnya. Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s